/* global PENDIDIKAN KHUSUS YAPENAS: PENGERTIAN AUTISME

Minggu, 25 April 2010

PENGERTIAN AUTISME

“AUTIS” ADALAH GANGGUAN PERKEMBANGAN
|Bukan Penyakit|Bukan Kelainan||Bukan Bahan Ejekan|
Judul maupun sub judul dari postingan saya kali ini memang saya tekankan tentang “pengertian autis secara global dengan bahasa ringan” sebab saya ingin memperkenalkan “autis” dengan bahasa saya sendiri yang mudah-mudahan dan insyaallah tidak melenceng dari “definisi autis” yang dipopulerkan oleh para dokter, psikologi maupun terapis autis lainnya.

Autis : Gangguan Perkembangan
Ya… “autis” hanyalah gangguan perkembangan jadi jangan sekali-kali memberikan vonis bahwa anak, remaja, atau balita dengan “autis” dengan sebutan “penderita autis” atau “penyandang autis” karena gangguan perkembangan yang biasa disebut “autis”, “autisme”, "autisma" atau “autism” bukan merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus, kuman, maupun jamur. Selain bukan penyakit, autis juga bukanlah gangguan jiwa apalagi gangguan roh halus, jin, makhluk gaib atau apapun istilah lain yang terkesan sangat memojokkan.

Sedih memang jika masyarakat Indonesia memiliki pandangan yang sangat sempit tentang “autis”. Paradigma ini tentu saja harus segera dirubah dan semoga saja upaya kecil saya ini dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan pemahaman masyarakat tentang istilah “autis”, “autisme”, "autisma" atau “autism”.

Autis adalah sebuah gangguan perkembangan yang umumnya ditandai oleh tiga gejala utama yakni interaksi sosial, komunikasi dan perilaku.

Penyebab autis sendiri hingga kini belum diketahui secara pasti namun akan saya coba jelaskan pada postingan berikutnya, termasuk ketiga gejala gangguan perkembangan yang terjadi pada anak, remaja, atau balita dengan “autis” seperti yang saya sebutkan di atas.

Kiranya itu dulu posting pengantar saya tentang “pengertian autis dengan bahasa sederhana” ini. Semoga postingan berikutnya dapat lebih membuka kerangka berfikir kita terhadap “autis”

Terimakasih dan semoga bermanfaat,


TINJAUAN AUTISME DARI SEI PSYCHOLOGI


Dari waktu ke waktu jumlah penyandang spektrum autisme tampaknya semakin meningkat pesat. Autisme seolah-olah mewabah ke berbagai belahan dunia. Di beberapa negara terdapat kenaikan angka kejadian penderita Autisme yang cukup tajam. Jumlah tersebut di atas sangat mengkhawatirkan mengingat sampai saat ini penyebab autisme masih misterius dan menjadi bahan perdebatan diantara para pakar kesehatan di dunia. Di Amerika Serikat disebutkan autisme terjadi pada 60.000 s/d 15.000 anak dibawah 15 tahun. Kepustakaan lain menyebutkan angka kejadian autisme 10-20 kasus dalam 10.000 orang, bahkan ada yang mengatakan 1 diantara 1000 anak.

beberapa pengertian autisme :

1. Autisme adalah gangguan perkembangan pervasif pada anak yang ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi dan interaksi sosial.
2. Autisma berasal dari kata auto yang berarti sendiri. Kelainan perkembangan yang luas dan berat, dan mempengaruhi anak secara mendalam. Gangguan tersebut mencakup bidang interaksi sosial , komunikasi , dan perilaku. (masih dalam postingan)
3. autisme adalah suatu gangguan yang menyangkut banyak aspek perkembangan yang bila dikelompokkan akan menyangkut tiga aspek yaitu perkembangan fungsi bahasa, aspek fungsi sosial, dan perilaku repetitif. Karena gambaran autisme begitu beragam dan setiap saat seorang anak akan senantiasa mengalami perkembangan, maka penegakan diagnosa tidak bisa begitu saja, sebab bisa saja kemudian diagnosa menjadi berubah-ubah dari waktu ke waktu.

Dahulu dikatakan autisma merupakan kelainan seumur hidup, tetapi kini ternyata autisma masa kanak-kanak ini dapat ditekan dan dikurangi walaupun tidak dapat seratus persen menghilangkan gejalanya (berdasarkan sepengetahuan saya dan informasi-informasi yang saya dapat belum ada penyandang autisme yang dapat seratus persen (100%) sembuh total, kecuali perbedaan signifikan dari pengurangan gejala tersebut, yah kalo ada yang tau informasinya tolong kasih tau saya ya ^_^ ).

Penyandang autisma mempunyai karakteristik antara lain :

v Selektif berlebihan terhadap rangsang

v Kurangnya motivasi untuk menjelajahi lingkungan baru

v Respon stimulasi diri sehingga menganggu integrasi social

v Respon unik terhadap imbalan (reinforcement), khususnya imbalan dari stimulasi diri. Anak merasa mendapat imbalan berupa hasil penginderaan terhadap perilaku stimulasi dirinya, baik berupa gerakan maupun berupa suar. Hal ini menyebabkan dia selalu mengulang prilakunya secara khas.

Perilaku autistik digolongkan kedalam 2 jenis, yaitu perilaku yang Eksesif (berlebihan) dan perilaku yang deficit (berkekurangan). Yang termasuk perilaku eksesif adalah hiperaktif dan tantrum (mengamuk) berupa menjerit, menyepak, mengigit, mencakar, memukul, dsb. Disini juga sering terjadi anak menyakiti diri sendiri (self abuse). Perilaku deficit ditandai dengan gangguan bicara, perilaku sosial kurang sesuai (exp naik kepangkuan ibu bukan untuk kasih sayang tapi untuk meraih kue), deficit sensoris sehingga dikira tuli, bermain tidak benar dan emosi yang tidak tepat dan tanpa sebab, misalnya tertawa tanpa sebab, menangis tanpa sebab dan melamun, lebih menyukai sendiri dan menarik diri dari komunitas di sekitarnya. sumber http://fitrisca.multiply.com/journal/item/5

1 komentar:

  1. setuju.....
    karena setiap anak atau manusia berhak mendapatkan hak nya sebagai manusia,.dihargai sebagai seseorang yang memiliki kepribadian unik,.dan spesial,.^_^.,

    BalasHapus